BATAM – Liburan ke Eropa sering kali identik dengan biaya perjalanan yang besar, persiapan dokumen, hingga proses pengajuan visa yang membutuhkan waktu. Namun, tahukah kamu bahwa ada sejumlah negara yang bisa dikunjungi pemegang paspor Indonesia tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu?

Bagi traveler yang ingin menjelajahi destinasi baru, fasilitas bebas visa bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun rencana perjalanan. Selain menghemat waktu persiapan, kamu juga bisa lebih leluasa menentukan destinasi sesuai anggaran dan minat wisata.

Baca juga: Mau Traveling ke Luar Negeri? Jangan Lupa Aktifkan 7 Fitur HP Ini!

Berdasarkan informasi The Visa Index 2026 dan ketentuan imigrasi negara tujuan, Serbia, Belarus, Ukraina, Turki, dan Kazakhstan dapat menjadi referensi awal untuk perjalanan internasional pemegang paspor Indonesia.

Meski demikian, kelima negara tersebut memiliki karakteristik dan ketentuan masuk yang berbeda. Kazakhstan, misalnya, lebih dikenal sebagai negara Asia Tengah, sedangkan Turki berada di dua benua, Eropa dan Asia.

Berikut ulasan destinasi yang menarik untuk masuk dalam travel bucket list kamu.

Baca juga: Turis Singapura dan Malaysia Ramai-Ramai Liburan ke Kepri, Kunjungan Naik 25 Persen!

1. Serbia, Menjelajahi Pesona Eropa Tenggara Tanpa Visa

Serbia bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Eropa Tenggara dengan perpaduan sejarah, arsitektur klasik, dan kehidupan kota yang dinamis.

Pemegang paspor biasa Indonesia dapat mengunjungi Serbia tanpa visa untuk masa tinggal hingga 30 hari dalam periode satu tahun, sesuai ketentuan resmi pemerintah Serbia.

Ibu kotanya, Belgrade, menjadi salah satu tujuan menarik untuk menjelajahi sejarah dan budaya kawasan Balkan.

Wisatawan bisa menyusuri kawasan kota tua, menikmati suasana tepi Sungai Danube, hingga mengunjungi Benteng Kalemegdan yang menyimpan jejak sejarah panjang Serbia.

Bagi kamu yang ingin mencoba destinasi Eropa di luar jalur wisata populer seperti Paris, Roma, atau Amsterdam, Serbia layak dipertimbangkan.

Ketentuan bebas visa: Maksimal 30 hari dalam periode satu tahun untuk pemegang paspor biasa Indonesia. https://www.mfa.gov.rs/index.php/en/citizens/travel-serbia/visa-regime/indonezija

2. Belarus, Destinasi Eropa Timur yang Perlu Dipersiapkan dengan Cermat

Belarus juga menarik perhatian dalam daftar destinasi yang dikaitkan dengan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia.

Negara di Eropa Timur ini memiliki ibu kota Minsk, yang dikenal dengan bangunan bergaya Soviet, jalan-jalan lebar, taman kota, dan sejumlah museum.

Namun, sebelum memasukkan Belarus ke dalam rencana perjalanan, wisatawan perlu memeriksa ketentuan masuk terbaru secara langsung melalui otoritas resmi. Persyaratan bebas visa dapat bergantung pada jenis paspor, jalur masuk, durasi kunjungan, dan ketentuan lain yang berlaku.

Perhatikan pula rute penerbangan dan aturan transit negara lain. Tiket dengan transit di negara tertentu dapat memiliki persyaratan tersendiri, meskipun negara tujuan akhir memberikan fasilitas bebas visa.

Tips travel: Jangan membeli tiket yang tidak dapat dikembalikan sebelum memastikan aturan masuk, jalur perbatasan yang dapat digunakan, serta kondisi perjalanan terkini.

3. Ukraina, Bebas Visa Bukan Berarti Bebas Risiko

Ukraina merupakan negara di Eropa Timur yang memiliki sejarah panjang, arsitektur khas, dan warisan budaya yang menarik.

Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan: kondisi keamanan harus menjadi pertimbangan utama sebelum merencanakan perjalanan ke Ukraina.

Situasi perang dapat memengaruhi keselamatan wisatawan, operasional penerbangan, akses transportasi, hingga layanan publik. Karena itu, informasi bebas visa saja tidak cukup untuk menjadi dasar keputusan berangkat.

Sebelum mempertimbangkan perjalanan, periksa imbauan perjalanan terbaru dari Kementerian Luar Negeri RI, informasi keamanan resmi Ukraina, serta ketersediaan transportasi dan asuransi perjalanan yang sesuai.

Ketentuan visa juga perlu dikonfirmasi kembali kepada otoritas Ukraina karena peraturan imigrasi dapat berubah.

Untuk saat ini, Ukraina sebaiknya dipelajari terlebih dahulu dari sisi keamanan dan kelayakan perjalanan sebelum dimasukkan ke dalam rencana liburan.

4. Turki, Menikmati Dua Benua dalam Satu Perjalanan

Turki menjadi salah satu destinasi menarik bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan perpaduan budaya Eropa dan Asia.

Kabar baiknya, pemegang paspor biasa Indonesia dapat memasuki Turki tanpa visa untuk kunjungan hingga 30 hari setiap kali masuk, dengan ketentuan total masa tinggal tidak melebihi 90 hari dalam periode 180 hari. Ketentuan ini tercantum pada situs resmi Kementerian Luar Negeri Turki.

Istanbul menjadi salah satu kota yang paling banyak menarik perhatian wisatawan. Kota ini menawarkan bangunan bersejarah, masjid megah, pasar tradisional, hingga kuliner khas yang menggugah selera.

Kamu bisa mengunjungi kawasan Hagia Sophia, menjelajahi Grand Bazaar, atau menikmati pemandangan Selat Bosphorus yang memisahkan bagian Eropa dan Asia.

Jika memiliki waktu lebih panjang, Cappadocia juga bisa dipertimbangkan untuk menikmati lanskap bebatuan unik dan pemandangan balon udara saat kondisi memungkinkan.

Turki cocok untuk traveler yang ingin mendapatkan pengalaman budaya, wisata sejarah, kuliner, dan pemandangan alam dalam satu perjalanan.

Ketentuan bebas visa: Maksimal 30 hari setiap kali masuk, dengan total kunjungan paling lama 90 hari dalam periode 180 hari. https://www.mfa.gov.tr/visa-information-for-foreigners.en.mfa

5. Kazakhstan, Petualangan Berbeda di Asia Tengah

Kazakhstan mungkin terdengar tidak biasa ketika membahas destinasi yang berkaitan dengan Eropa. Negara ini lebih dikenal sebagai bagian dari Asia Tengah, meskipun sebagian wilayahnya berada di sebelah barat Sungai Ural dan secara geografis termasuk Eropa.

Bagi pemegang paspor Indonesia, Kazakhstan tercatat sebagai destinasi bebas visa dalam sejumlah referensi perjalanan. Namun, masa tinggal yang diizinkan dan persyaratan masuk tetap perlu dikonfirmasi melalui otoritas resmi Kazakhstan sebelum keberangkatan.

Almaty menjadi salah satu kota yang menarik untuk dijelajahi. Kota ini menawarkan perpaduan kehidupan perkotaan, pegunungan, taman, dan suasana alam yang cocok untuk wisatawan yang menyukai petualangan.

Sementara itu, Astana, ibu kota Kazakhstan, dikenal dengan arsitektur modern dan bangunan-bangunan ikonik.

Kazakhstan bisa menjadi pilihan bagi traveler yang ingin mencoba pengalaman berbeda dari perjalanan ke Eropa Barat. Destinasi ini juga menarik bagi pencinta fotografi, lanskap pegunungan, dan wisata kota modern.

Tips Sebelum Liburan ke Negara Bebas Visa

Meskipun tidak perlu mengajukan visa untuk kunjungan tertentu, traveler tetap perlu mempersiapkan dokumen dan memahami aturan perjalanan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Periksa masa berlaku paspor. Pastikan paspor memenuhi persyaratan negara tujuan dan negara transit.
2. Cek durasi bebas visa. Setiap negara memiliki batas masa tinggal yang berbeda.
3. Siapkan tiket pulang atau tiket lanjutan. Dokumen ini dapat diminta oleh petugas imigrasi.
4. Pastikan akomodasi dan dana perjalanan. Bukti reservasi hotel dan kemampuan membiayai perjalanan dapat menjadi bagian dari pemeriksaan masuk.
5. Periksa aturan transit. Negara yang disinggahi dalam perjalanan bisa memiliki persyaratan visa tersendiri.
6. Pantau kondisi keamanan. Khususnya untuk destinasi yang menghadapi konflik atau perubahan situasi politik.
7. Konfirmasi informasi dari sumber resmi. Gunakan situs kementerian luar negeri atau imigrasi negara tujuan, bukan hanya daftar bebas visa di internet. (dr)

Sumber: beautynesia