BATAM – Ponsel kini bukan sekadar alat komunikasi saat bepergian. Mulai dari menyimpan boarding pass, memeriksa jadwal penerbangan, membuka reservasi hotel, mencari rute perjalanan, hingga menerjemahkan bahasa asing, hampir semua kebutuhan traveling bisa dilakukan melalui perangkat yang ada di genggaman.

Namun, ada satu hal yang kerap terlupakan sebelum berangkat: menyiapkan pengaturan ponsel.

Mengecek paket data atau membeli layanan roaming memang penting, tetapi bukan satu-satunya persiapan. Beberapa fitur bawaan ponsel dapat membantu wisatawan tetap terhubung saat tidak memiliki internet, menjaga keamanan perangkat ketika hilang, menghemat kuota, hingga memudahkan menghitung harga barang dalam mata uang asing.

Baca juga: RTS Link Singapura-Johor Bahru Batal Beroperasi 2026, Mundur ke Februari 2027

Sebelum memasukkan ponsel ke dalam tas dan berangkat liburan, berikut 7 pengaturan HP yang sebaiknya dicek terlebih dahulu.

1. Unduh Peta Destinasi agar Bisa Dipakai Offline

Kehilangan koneksi internet di tengah perjalanan bisa membuat wisatawan kebingungan mencari jalan. Karena itu, unduh terlebih dahulu peta wilayah yang akan dikunjungi melalui Google Maps atau Apple Maps.

Baca juga: Singapura dan Vietnam Masuk 10 Besar Negara Teraman di Dunia 2026, Cocok untuk Liburan?

Dengan peta offline, wisatawan tetap dapat mencari rute tertentu meski tidak memiliki Wi-Fi atau data seluler.

Jangan lupa menandai lokasi hotel, vila, penginapan, atau akomodasi. Cara ini akan sangat membantu ketika harus kembali ke tempat menginap setelah seharian menjelajah destinasi.

2. Unduh Bahasa Lokal untuk Terjemahan Offline

Perbedaan bahasa bisa menjadi tantangan tersendiri ketika traveling ke luar negeri.

Google Translate menyediakan opsi mengunduh bahasa tertentu sehingga penerjemahan tetap dapat digunakan ketika perangkat tidak tersambung internet.

Untuk bahasa yang didukung, kamera ponsel juga dapat digunakan untuk menerjemahkan tulisan secara langsung. Fitur ini berguna ketika membaca menu restoran, papan petunjuk, informasi transportasi, hingga tulisan di tempat wisata.

3. Aktifkan Perlindungan Antipencurian

Ponsel menyimpan berbagai informasi pribadi dan penting. Karena itu, kehilangan perangkat saat traveling bukan hanya berarti kehilangan barang, tetapi juga dapat menimbulkan risiko keamanan data.

Pengguna iPhone dapat memeriksa fitur Stolen Device Protection. Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan untuk tindakan sensitif ketika perangkat dicuri, termasuk ketika pencuri mengetahui kode sandi.

Pengguna juga dapat mengatur perlindungan agar berlaku dengan opsi Always, sehingga lapisan keamanan tambahan tetap aktif di berbagai lokasi.

Sementara itu, sejumlah perangkat Android menyediakan fitur Theft Protection, termasuk Theft Detection Lock dan Offline Device Lock. Ketersediaan fitur dapat berbeda sesuai merek dan model perangkat.

4. Pastikan Ponsel Tetap Bisa Ditemukan Saat Offline

Selain perlindungan antipencurian, fitur pelacakan perangkat juga sebaiknya diperiksa sebelum perjalanan.

Pada iPhone, Find My network memungkinkan perangkat tetap dapat ditemukan dalam kondisi tertentu meski tidak tersambung Wi-Fi atau data seluler. Pengguna juga dapat mengaktifkan Send Last Location untuk membantu mengirim lokasi terakhir perangkat ketika baterai hampir habis.

Sementara pengguna Android pada perangkat yang mendukung dapat memanfaatkan Find Hub.

Fitur tersebut sangat berguna jika ponsel tertinggal di taksi, kereta, hotel, bandara, atau tempat wisata.

5. Atur Medical ID dan Kontak Darurat

Traveling sendirian membuat pengaturan informasi darurat menjadi semakin penting.

Pada iPhone, pengguna dapat mengisi Medical ID dengan informasi seperti kondisi medis, alergi, serta kontak darurat. Jika opsi Show When Locked diaktifkan, informasi tertentu dapat dilihat dari layar terkunci tanpa perlu membuka ponsel menggunakan kode sandi.

Perangkat Android yang mendukung fitur serupa juga memungkinkan pengguna menyimpan informasi darurat.

Pengaturan ini dapat membantu orang lain atau petugas mengetahui informasi penting apabila terjadi kondisi darurat selama perjalanan.

6. Aktifkan Low Data Mode atau Data Saver

Tanpa disadari, penggunaan data seluler bisa melonjak ketika traveling. Aplikasi peta, media sosial, streaming, sinkronisasi foto, dan berbagai aplikasi lain dapat terus menggunakan data di latar belakang.

Pengguna iPhone dapat mengaktifkan Low Data Mode untuk membantu mengurangi penggunaan data. Fitur ini dapat membatasi aktivitas jaringan di latar belakang, termasuk unduhan otomatis dan sinkronisasi tertentu.

Pada Android, terdapat fitur Data Saver yang memiliki fungsi serupa dengan membatasi penggunaan data seluler oleh aplikasi di latar belakang.

Jika membutuhkan koneksi internet secara intensif saat berada di luar negeri, wisatawan juga dapat mempertimbangkan menggunakan eSIM sesuai negara tujuan.

7. Jadikan Kalkulator sebagai Konverter Mata Uang

Berbelanja di luar negeri sering kali membuat wisatawan harus cepat menghitung nilai mata uang lokal ke rupiah.

Agar tidak salah memperkirakan harga, manfaatkan fitur konversi mata uang yang tersedia pada ponsel.

Pada iPhone yang mendukung fitur tersebut, aplikasi Calculator memiliki fitur Convert yang dapat digunakan untuk mengonversi mata uang sekaligus berbagai satuan lain seperti jarak, berat, dan suhu.

Dengan fitur ini, wisatawan bisa lebih cepat memperkirakan harga barang, makanan, maupun tagihan restoran tanpa harus menghitung secara manual.

Jangan Tunggu Sampai di Bandara

Menyiapkan ponsel sebelum traveling mungkin terlihat sepele, tetapi beberapa pengaturan sederhana dapat membuat perjalanan jauh lebih nyaman.

Mulai dari mengunduh peta dan bahasa secara offline, mengaktifkan perlindungan pencurian, memastikan fitur pelacakan aktif, menyiapkan kontak darurat, menghemat data, hingga menggunakan konverter mata uang.

Jadi, sebelum berangkat liburan, jangan hanya mengecek paspor, tiket, dan koper. Luangkan beberapa menit untuk mengecek pengaturan ponsel agar perjalanan lebih aman, praktis, dan bebas panik ketika koneksi internet bermasalah. (dr)

Sumber: cnnindonesia