BATAM – Indonesia kembali mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2026. Menariknya, wisatawan asal Malaysia menjadi penyumbang terbesar, mengungguli Australia, China, hingga Singapura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Agustus 2026 mencapai 1,60 juta kunjungan. Angka ini meningkat 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025 dan naik 4,89 persen dibandingkan Juli 2026.
Baca juga: Singapura dan Vietnam Masuk 10 Besar Negara Teraman di Dunia 2026, Cocok untuk Liburan?
Kinerja tersebut menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Indonesia, terutama memasuki periode perjalanan akhir tahun.
Malaysia Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Indonesia
Dari sejumlah negara asal wisatawan, Malaysia berada di posisi teratas sebagai penyumbang kunjungan wisman ke Indonesia pada Agustus 2026.
Wisman pemegang paspor Malaysia tercatat mencapai 296.230 kunjungan, atau sekitar 18,52 persen dari total kunjungan wisman.
Baca juga: 9 Trik Cuti 2027 agar Libur Panjang, Cuma Pakai Sehari Bisa Liburan hingga 11 Hari!
Australia berada di posisi kedua dengan 171.940 kunjungan atau 10,75 persen, disusul China sebanyak 162.570 kunjungan atau 10,16 persen.
Sementara itu, Singapura menempati posisi keempat dengan 131.680 kunjungan atau 8,23 persen.
Besarnya kontribusi negara-negara tetangga tersebut menunjukkan bahwa pasar wisata regional masih menjadi salah satu penggerak utama pariwisata Indonesia.
Kunjungan Wisman Januari-Agustus 2026 Tembus 10,58 Juta
Secara kumulatif, Indonesia telah menerima 10,58 juta kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah tersebut tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Jika melihat perjalanan sepanjang tahun, kunjungan wisman sempat mengalami penurunan pada awal 2026. Pada Januari tercatat sekitar 1,19 juta kunjungan, kemudian turun menjadi 1,16 juta pada Februari dan kembali turun menjadi 1,09 juta pada Maret.
Setelah melewati titik terendah pada Maret, tren kunjungan mulai berbalik naik.
Mulai April hingga Agustus 2026, jumlah wisman terus mengalami peningkatan. Puncaknya terjadi pada Agustus dengan 1,60 juta kunjungan, menjadi angka tertinggi dalam periode Januari-Agustus 2026.
1,43 Juta Wisman Masuk Lewat Pintu Utama
Dari total kunjungan wisman pada Agustus 2026, sekitar 1,43 juta kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama Indonesia.
Sementara itu, sekitar 166,61 ribu kunjungan masuk melalui pintu perbatasan.
Data tersebut memperlihatkan bahwa akses penerbangan internasional dan jalur perbatasan tetap memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas wisatawan asing ke berbagai destinasi Indonesia.
Bagi wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, jalur perbatasan juga menjadi salah satu pilihan perjalanan yang praktis, khususnya menuju destinasi seperti Batam, Kepulauan Riau, dan wilayah lain yang memiliki konektivitas internasional.
Wisman Afrika Tumbuh Paling Tinggi
Selain melihat jumlah kunjungan berdasarkan negara, BPS juga mencatat pertumbuhan berdasarkan kelompok paspor.
Pada Agustus 2026, kelompok wisman pemegang paspor Afrika mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi, yakni sebesar 14,78 persen dibandingkan Agustus 2025.
Pertumbuhan berikutnya berasal dari kelompok paspor ASEAN yang meningkat 10,40 persen, kemudian Oseania sebesar 7,95 persen.
Namun, tidak semua kelompok mengalami pertumbuhan. Wisman pemegang paspor Eropa menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan secara tahunan, yakni 3,07 persen.
Wisman ASEAN Meningkat Paling Tinggi Secara Bulanan
Jika dibandingkan dengan Juli 2026, kelompok wisman pemegang paspor ASEAN mencatat kenaikan paling tinggi pada Agustus 2026.
Pertumbuhannya mencapai 16,64 persen secara bulanan.
Kelompok paspor Afrika menyusul dengan kenaikan 15,06 persen, sedangkan kelompok Asia di luar ASEAN tumbuh 4,42 persen.
Sebaliknya, kelompok paspor Timur Tengah mengalami penurunan paling dalam dibandingkan bulan sebelumnya, yakni mencapai 26,51 persen.
Indonesia Makin Menarik bagi Wisatawan Asing
Kenaikan kunjungan wisman pada Agustus 2026 memperlihatkan bahwa daya tarik pariwisata Indonesia masih kuat di pasar internasional.
Dominasi Malaysia, Australia, China, dan Singapura juga memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki pasar wisata yang beragam, mulai dari wisatawan regional Asia Tenggara hingga wisatawan jarak jauh dari Australia dan kawasan lainnya.
Dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat sejak April, tren positif ini menjadi peluang bagi berbagai destinasi wisata Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan asing, sekaligus mendorong pertumbuhan hotel, restoran, transportasi, ekonomi kreatif, dan usaha pariwisata lokal.
Bagi wisatawan mancanegara, Indonesia pun menawarkan pilihan perjalanan yang sangat beragam, mulai dari wisata pantai dan pulau, budaya, kuliner, petualangan, hingga destinasi perkotaan.
Dengan capaian 10,58 juta kunjungan wisman hingga Agustus 2026, perkembangan pariwisata Indonesia masih menarik untuk dinantikan hingga akhir tahun. (dr)
Sumber: kompas

Comments