BATAM – Kabar terbaru datang dari proyek Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Singapura dengan Johor Bahru, Malaysia. Kereta listrik lintas negara yang dinanti masyarakat itu dipastikan belum mulai melayani penumpang pada akhir 2026.

Layanan RTS Link Singapura-Johor Bahru kini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2027, atau mundur sekitar dua bulan dari perkiraan sebelumnya.

Baca juga: Dua Kali Berturut-turut! Phong Nha-Ke Bang Dinobatkan sebagai Taman Nasional Terbaik Asia 2026

Menurut laporan Channel News Asia (CNA), 2 Oktober 2026, seluruh pengujian sistem dan uji coba operasional ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Namun, layanan penumpang baru dapat dimulai setelah seluruh persyaratan keselamatan dan regulasi terpenuhi.

RTS Link Singapura-Johor Bahru Masih Tunggu Sertifikasi Keselamatan

Perusahaan operator RTS Link, RTS Operations (RTSO), yang dibentuk melalui kerja sama Malaysia dan Singapura, masih harus menyelesaikan proses sertifikasi keselamatan.

Sertifikasi tersebut dilakukan oleh penilai keselamatan independen. Selain itu, RTSO juga masih membutuhkan persetujuan regulasi akhir sebelum layanan penumpang dapat dibuka untuk umum.

Baca juga: Singapura dan Vietnam Masuk 10 Besar Negara Teraman di Dunia 2026, Cocok untuk Liburan?

RTSO menargetkan seluruh proses tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir 2026 sehingga RTS Link bisa mulai beroperasi pada Februari 2027.

Meski demikian, pekerjaan infrastruktur utama di kedua sisi perbatasan disebut pada dasarnya telah selesai dan tetap berjalan sesuai jadwal untuk mendukung pengoperasian layanan penumpang.

Tahapan pengujian dan operasional yang tersisa menjadi bagian penting sebelum sistem dinyatakan benar-benar siap digunakan.

Hubungkan Singapura dan Johor Bahru dalam Hitungan Menit

RTS Link akan menghubungkan Stasiun Woodlands North di Singapura dengan Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru, Malaysia.

Jalur kereta lintas negara tersebut memiliki panjang sekitar 4 kilometer dan melintasi Selat Johor melalui jembatan khusus.

Kehadiran RTS Link diharapkan menjadi alternatif transportasi baru bagi masyarakat yang selama ini menggunakan jalur darat melalui Causeway untuk bepergian antara Singapura dan Johor Bahru.

Dengan sistem kereta listrik tersebut, perjalanan lintas perbatasan diharapkan menjadi lebih cepat, nyaman, dan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat.

Proyek RTS Link Sempat Tertunda Bertahun-tahun

Proyek RTS Link Singapura-Johor Bahru bukan proyek baru. Gagasannya telah dibahas sejak pertemuan para pemimpin Singapura dan Malaysia pada Mei 2010.

Kesepakatan bilateral proyek RTS Link kemudian ditandatangani pada Januari 2018. Saat itu, kedua negara menargetkan layanan penumpang dapat mulai beroperasi pada akhir 2024.

Namun, perjalanan proyek tersebut tidak berjalan mulus.

Rencana pembangunan sempat mengalami peninjauan kembali setelah perubahan pemerintahan Malaysia pada 2018. Pemerintah saat itu melakukan evaluasi terhadap biaya proyek sebagai bagian dari upaya pengendalian pengeluaran dan utang negara.

Setelah melalui sejumlah penyesuaian, pembangunan kembali berjalan lebih lancar pada periode 2021 hingga 2025. Berbagai tahapan konstruksi kemudian berhasil diselesaikan.

Pada Juni 2025, rangkaian kereta RTS diperkenalkan kepada publik. Selanjutnya, pada 2026, persiapan memasuki tahap akhir.

Kereta RTS pertama bahkan telah tiba di Woodlands North, Singapura, pada Februari 2026.

Kini, masyarakat tinggal menunggu tahap akhir berupa penyelesaian pengujian, sertifikasi keselamatan independen, serta persetujuan regulasi sebelum RTS Link resmi mengangkut penumpang pada Februari 2027.

Jika seluruh proses berjalan sesuai target, proyek yang telah dirancang lebih dari satu dekade ini akhirnya akan memasuki babak baru dan memperkuat konektivitas Singapura-Johor Bahru. (dr)

Sumber: kompas