BATAM – Kabar mengejutkan datang dari dunia perjalanan internasional. Paspor Malaysia berhasil menempati peringkat kedua sebagai paspor terkuat di dunia pada 2026, sejajar dengan Singapura dan mengungguli sejumlah negara maju, termasuk Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, hingga Amerika Serikat.

Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena Malaysia berhasil memperbaiki posisinya dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam pemeringkatan Global Passport Power Rank 2026 yang dirilis Global Passport Index, paspor Negeri Jiran memperoleh Skor Mobilitas (Mobility Score) sebesar 175.

Baca juga: Slow Travel Makin Populer, Ternyata Naik Bus dan Kereta Lokal Bisa Bikin Liburan Lebih Berkesan

Artinya, warga Malaysia memiliki kemudahan bepergian ke 175 destinasi internasional tanpa harus mengurus visa sebelum keberangkatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 negara memberikan fasilitas bebas visa (visa-free). Sedangkan 46 negara lainnya menyediakan visa on arrival (VoA), yakni izin masuk yang dapat diperoleh ketika pelancong tiba di negara tujuan.

Peringkat ini menempatkan Malaysia sejajar dengan Singapura, yang juga mencatat Skor Mobilitas 175, meskipun memiliki komposisi akses perjalanan yang berbeda.

Baca juga: Tak Kalah dari Bali! 5 Pulau Eksotis di Batam Ini Punya Pantai Pasir Putih dan Laut Sebening Kristal

Sementara itu, posisi pertama ditempati Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor 182, disusul Spanyol di peringkat ketiga dengan skor 174.

Paspor Malaysia Naik Satu Peringkat pada 2026

Peningkatan posisi paspor Malaysia menjadi salah satu perkembangan menarik dalam pemeringkatan tahun ini.

Pada 2025, paspor Malaysia berada di peringkat ketiga dunia bersama sejumlah negara lainnya. Kini, Malaysia berhasil naik satu tingkat dan berbagi posisi kedua dengan Singapura.

Departemen Imigrasi Malaysia menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kekuatan paspor sekaligus penerimaan internasional terhadap warga negara Malaysia.

Dalam keterangannya melalui media sosial, lembaga tersebut menyampaikan bahwa pemegang paspor Malaysia memiliki akses ke 175 destinasi, terdiri dari 129 negara bebas visa dan 46 negara dengan fasilitas visa on arrival.

Adapun 23 destinasi lainnya masih mensyaratkan visa bagi warga Malaysia.

Peningkatan ini memperlihatkan bagaimana kemudahan mobilitas internasional menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kekuatan sebuah paspor.

Daftar 10 Paspor Terkuat Dunia 2026

Paspor Malaysia Tembus Peringkat 2 Terkuat Dunia 2026, Setara Singapura, Indonesia Perangkat Berapa?

Memiliki paspor yang kuat, memudahkan pelancong bepergian tanpa mengurus visa (ilustrasi)

Berdasarkan Global Passport Power Rank 2026, pemeringkatan dilakukan terhadap 199 negara dengan menggunakan Skor Mobilitas sebagai indikator utama.

Skor tersebut dihitung berdasarkan jumlah negara yang memberikan akses bebas visa dan visa on arrival kepada pemegang paspor masing-masing.

Berikut daftar 10 peringkat teratas paspor terkuat dunia 2026:

1. Peringkat pertama: Uni Emirat Arab (UEA)

UEA menempati posisi teratas dengan Skor Mobilitas 182, terdiri dari 138 negara bebas visa dan 44 negara yang menyediakan visa on arrival.

2. Peringkat kedua: Singapura dan Malaysia

Kedua negara berbagi posisi kedua dengan Skor Mobilitas 175.

Singapura: 140 negara bebas visa dan 35 negara visa on arrival.

Malaysia: 129 negara bebas visa dan 46 negara visa on arrival.

3. Peringkat ketiga: Spanyol

Spanyol memperoleh Skor Mobilitas 174, dengan akses ke 132 negara bebas visa dan 42 negara melalui visa on arrival.

4. Peringkat keempat: 16 negara

Sebanyak 16 negara berbagi posisi keempat dengan Skor Mobilitas 173, yaitu Belgia, Luksemburg, Perancis, Denmark, Jerman, Swedia, Belanda, Finlandia, Italia, Swiss, Yunani, Portugal, Austria, Norwegia, Irlandia, dan Jepang.

5. Peringkat kelima: Enam negara

Malta, Polandia, Hongaria, Kroasia, Latvia, dan Korea Selatan menempati posisi kelima dengan Skor Mobilitas 172.

6. Peringkat keenam: Enam negara

Rumania, Slovenia, Ceko, Slowakia, Bulgaria, dan Estonia berada di peringkat keenam dengan skor 171.

7. Peringkat ketujuh: Tiga negara

Siprus, Lituania, dan Inggris menempati posisi ketujuh dengan Skor Mobilitas 170.

8. Peringkat kedelapan: Tiga negara

Kanada, Liechtenstein, dan Selandia Baru berada di posisi kedelapan dengan skor 169.

9. Peringkat kesembilan: Dua negara

Islandia dan Australia menempati peringkat kesembilan dengan Skor Mobilitas 168.

10. Peringkat kesepuluh: Amerika Serikat

Amerika Serikat berada di posisi kesepuluh dengan skor 167, terdiri dari 121 negara bebas visa dan 46 negara dengan visa on arrival.

Data tersebut menunjukkan bahwa paspor sejumlah negara Eropa masih mendominasi jajaran teratas. Namun, posisi Malaysia dan Singapura memperlihatkan kuatnya mobilitas perjalanan internasional di kawasan Asia Tenggara.

Mengapa Paspor Malaysia Bisa Begitu Kuat?

Kekuatan paspor tidak hanya ditentukan oleh jumlah negara yang memberikan akses bebas visa. Hubungan diplomatik, kondisi ekonomi, stabilitas politik, hingga kepercayaan internasional terhadap warga negara juga menjadi faktor yang diperhitungkan dalam kebijakan imigrasi.

Sejumlah faktor yang disebut berkontribusi terhadap kuatnya paspor Malaysia antara lain:

1. Stabilitas politik dan institusi

Stabilitas politik serta tata kelola institusi yang relatif transparan dinilai turut membangun kepercayaan negara lain terhadap Malaysia.

2. Kekuatan ekonomi

Malaysia merupakan salah satu pusat manufaktur dan perdagangan di Asia Tenggara. Perekonomian yang terhubung dengan pasar internasional serta daya beli masyarakat turut mendukung persepsi positif terhadap pelancong asal negara tersebut.

3. Hubungan diplomatik yang luas

Malaysia aktif menjalin kerja sama bilateral dan multilateral dengan berbagai negara, termasuk di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan negara-negara Barat.

Hubungan tersebut menjadi salah satu unsur yang mendukung kemudahan perjalanan lintas negara.

4. Reputasi pelancong

Kepatuhan terhadap aturan imigrasi dan rendahnya risiko pelanggaran menjadi aspek yang dapat memengaruhi kebijakan pemberian fasilitas bebas visa oleh negara tujuan.

Selain memberikan kemudahan bagi warga Malaysia yang bepergian ke luar negeri, negara tersebut juga membuka akses masuk bagi warga dari berbagai negara melalui fasilitas bebas visa, visa on arrival, maupun electronic travel authorization (ETA).

Bagaimana Posisi Paspor Indonesia pada 2026?

Di tengah pencapaian Malaysia, posisi paspor Indonesia masih berada cukup jauh dari jajaran 10 besar dunia.

Dalam Global Passport Power Rank 2026, Indonesia menempati peringkat ke-55 dengan Skor Mobilitas 89. Pemegang paspor Indonesia memperoleh akses ke 49 negara bebas visa dan 40 negara dengan fasilitas visa on arrival.

Sementara itu, dalam Passport Index 2026, Indonesia berada di peringkat ke-56 dengan akses ke 40 negara bebas visa dan 48 negara yang menyediakan visa on arrival. Sebanyak 110 negara lainnya masih mensyaratkan visa bagi warga Indonesia.

Perbedaan posisi tersebut terjadi karena masing-masing indeks menggunakan metodologi dan cakupan data yang berbeda.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga berada di bawah sejumlah negara tetangga, seperti Thailand, Timor Leste, dan Brunei Darussalam dalam pemeringkatan Passport Index 2026.

Kondisi ini memperlihatkan masih adanya kesenjangan dalam hal kemudahan mobilitas internasional antara Indonesia dan beberapa negara di kawasan.

Paspor Kuat, Perjalanan Internasional Makin Praktis

Bagi wisatawan, kekuatan paspor memiliki dampak langsung terhadap kemudahan merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Semakin banyak negara yang memberikan fasilitas bebas visa, semakin sedikit persyaratan administratif yang perlu dipenuhi sebelum keberangkatan. Wisatawan juga dapat menghemat waktu dan biaya pengurusan visa untuk destinasi tertentu.

Meski demikian, bebas visa bukan berarti pelancong dapat masuk tanpa persyaratan apa pun. Otoritas imigrasi negara tujuan tetap dapat meminta dokumen pendukung, seperti tiket pulang, bukti akomodasi, atau bukti kemampuan finansial.

Selain itu, ketentuan masa tinggal dan tujuan kunjungan tetap harus diperhatikan agar perjalanan berjalan lancar.

Pencapaian Malaysia pada 2026 sekaligus menjadi gambaran bagaimana kekuatan diplomasi, ekonomi, dan hubungan internasional dapat memengaruhi kemudahan warga suatu negara dalam menjelajahi dunia. (dr)

Sumber: kompas