BATAM – Ingin merasakan suasana liburan ke Swiss, Jepang, Afrika, hingga Thailand tanpa harus membeli tiket pesawat ke luar negeri? Indonesia punya banyak destinasi dengan lanskap yang sekilas mengingatkan wisatawan pada berbagai tempat populer di dunia.
Kemiripan tersebut bukan berarti kondisi alamnya benar-benar identik. Perbandingan biasanya muncul karena karakter lanskapnya memiliki elemen serupa, mulai dari danau yang dikelilingi pegunungan, hutan bambu, padang savana, gugusan pulau karst hingga lembah dengan tebing menjulang.
Baca juga: Hidden Gem Kuliner Murah di Terminal 3 Soetta, Makan Kenyang Cuma Rp30 Ribu!
Menariknya, sejumlah destinasi di Indonesia bahkan pernah dibandingkan dengan tempat wisata di luar negeri karena panorama yang ditawarkan.
Berikut 7 destinasi wisata Indonesia yang bisa memberikan pengalaman liburan dengan nuansa seperti berada di luar negeri.
1. Danau Toba – Serasa Menikmati Panorama Swiss
Berlokasi di Sumatera Utara, Danau Toba merupakan salah satu danau vulkanik terbesar di dunia. Hamparan air yang luas dikelilingi perbukitan dan pegunungan, sementara Pulau Samosir berada di tengah danau.
Baca juga: Tak Perlu Tukar Banyak Uang! 6 Negara Ini Bisa Bayar Pakai QRIS Saat Liburan ke Luar Negeri
Panorama tersebut membuat Danau Toba kerap dibandingkan dengan lanskap pegunungan di Swiss.
Salah satu lokasi yang menarik untuk menikmati pemandangan dari ketinggian adalah Huta Ginjang, Tapanuli Utara. Dari kawasan yang berada sekitar 1.095 meter di atas permukaan laut ini, wisatawan dapat melihat kaldera Toba, Pulau Samosir dan bentang Danau Toba.
2. Raja Ampat – Punya Nuansa seperti Maladewa
Kalau ingin menikmati laut biru dan gugusan pulau tropis, Raja Ampat di Papua Barat Daya bisa menjadi pilihan.
Wilayah ini dikenal dengan pulau-pulau kecil, pantai berpasir putih, air laut jernih dan gugusan karst yang menjadi salah satu karakter khasnya.
Pemandangan tersebut sering dibandingkan dengan Maladewa. Salah satu spot yang paling populer adalah Piaynemo, tempat wisatawan dapat melihat gugusan pulau karst yang tersebar di tengah laut biru.
3. Hutan Bambu Keputih – Nuansa Jepang di Surabaya
Tidak perlu terbang ke Kyoto untuk menemukan lorong bambu.
Di Surabaya, Jawa Timur, terdapat Hutan Bambu Keputih yang berada di Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Rumpun bambu yang tinggi dan rimbun membentuk lorong alami di sepanjang jalan setapak. Pemandangan tersebut membuat kawasan ini sering dibandingkan dengan Sagano Bamboo Forest di Kyoto, Jepang.
Meski skala dan kondisi keduanya berbeda, karakter lorong bambu menjadi daya tarik yang membuat Hutan Bambu Keputih memiliki nuansa serupa.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Wisatawan hanya perlu menyiapkan biaya parkir sekitar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
4. Savana Bekol – Sensasi “Africa van Java”
Ingin melihat hamparan savana dengan satwa liar tanpa terbang ke Afrika?
Coba datang ke Savana Bekol, bagian dari Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Padang rumput luas dengan pepohonan yang tersebar membuat kawasan ini dikenal dengan julukan “Africa van Java”.
Sensasi tersebut semakin terasa ketika wisatawan melihat rusa atau satwa liar lainnya berada di tengah padang savana.
5. Patung Buddha Tidur Mojokerto – Nuansa Wisata Thailand
Tak perlu pergi ke Thailand jika ingin melihat ikon Buddha dalam posisi berbaring.
Di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terdapat Patung Buddha Tidur di kompleks Maha Vihara Mojopahit.
Patung berukuran besar tersebut menjadi salah satu ikon wisata religi di kawasan Trowulan.
Kemiripannya dengan patung Buddha tidur di Thailand terletak pada bentuk Buddha yang digambarkan dalam posisi berbaring. Karena itu, destinasi ini kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman wisata religi dengan nuansa Asia Tenggara.
6. Telaga Sarangan – Suasana Sejuk Bak Pegunungan Swiss
Berada di kawasan Gunung Lawu, Telaga Sarangan menawarkan perpaduan telaga, perbukitan hijau dan udara pegunungan yang sejuk.
Destinasi yang berada di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ini pernah dibandingkan dengan kawasan danau di Swiss, termasuk karena lanskap pegunungannya.
Wisatawan dapat menikmati pemandangan telaga sambil merasakan udara dingin khas kawasan dataran tinggi.
7. Lembah Harau – “Lauterbrunnen” Versi Sumatera Barat
Terakhir ada Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Kawasan ini dikelilingi tebing-tebing granit yang menjulang sekitar 100 hingga 500 meter. Di antara tebing tersebut terdapat lembah hijau dan sejumlah air terjun.
Karakter lanskap inilah yang membuat Lembah Harau kerap dibandingkan dengan Lauterbrunnen di Swiss, yang juga dikenal dengan lembah, tebing tinggi dan air terjun.
Menariknya, perbandingan Lembah Harau dengan Lauterbrunnen bukan sekadar muncul dalam tren media sosial. Perbandingan tersebut bahkan telah muncul dalam tulisan mengenai lanskap Sumatera pada masa Hindia Belanda.
Liburan Rasa Luar Negeri Tanpa Paspor
Ketujuh destinasi tersebut menunjukkan betapa beragamnya lanskap wisata Indonesia.
Danau Toba menawarkan panorama danau dan pegunungan, Raja Ampat menghadirkan gugusan pulau tropis, Hutan Bambu Keputih memberikan nuansa Jepang, sementara Savana Bekol membawa suasana sabana.
Di Jawa Timur, wisatawan juga dapat menemukan Patung Buddha Tidur Mojokerto. Sementara Telaga Sarangan dan Lembah Harau menawarkan lanskap pegunungan yang mengingatkan pada Swiss.
Namun, kemiripan tersebut sebaiknya dipandang sebagai perbandingan karakter lanskap, bukan berarti destinasi-destinasi tersebut benar-benar identik dengan tempat di luar negeri.
Jadi, sebelum buru-buru mencari tiket pesawat ke luar negeri, mungkin sudah waktunya menjelajahi destinasi di Indonesia terlebih dahulu. Siapa tahu, pengalaman liburan yang dicari ternyata ada di negeri sendiri. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments