BATAM – Membaca ulasan hotel sebelum memesan kamar kini menjadi kebiasaan banyak traveler. Rating dan komentar dari tamu sebelumnya sering menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan penginapan.

Namun, traveler kini menghadapi tantangan baru: ulasan hotel yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

Sebuah pemeriksaan terhadap ulasan hotel mewah pada 2025 menggunakan alat verifikasi konten Originality.ai menemukan bahwa lebih dari 20 persen ulasan diduga dibuat menggunakan AI. Angka tersebut disebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 2022, seperti diberitakan USA Today pada 19 September 2026.

Yang menarik, ulasan yang terindikasi dibuat AI cenderung memberikan penilaian sangat positif. Sekitar 57 persen di antaranya memberikan rating lima bintang.

Kondisi ini membuat traveler perlu lebih jeli. Jangan sampai keputusan memilih hotel hanya berdasarkan komentar yang terlihat meyakinkan, tetapi ternyata tidak menggambarkan pengalaman tamu sebenarnya.

Ulasan Positif Bisa Jadi Tidak Menggambarkan Pengalaman Asli

Jack Charman, seorang penyelidik swasta yang memimpin perusahaan intelijen di London, mengatakan penggunaan AI generatif dapat dimanfaatkan untuk memenuhi ruang publik dengan ulasan positif.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat keluhan atau pengalaman buruk tamu menjadi sulit terlihat.

Bagi traveler, persoalan ini cukup penting. Sebab, ulasan hotel biasanya digunakan untuk mengetahui berbagai hal yang tidak selalu terlihat dari foto promosi, seperti kebersihan kamar, pelayanan staf, kondisi fasilitas, lokasi hingga suasana lingkungan sekitar.

Jika sebagian ulasan tersebut tidak berasal dari pengalaman tamu sebenarnya, informasi yang diterima calon pelanggan tentu bisa menjadi kurang akurat.

Bukan Hanya Review, Foto Hotel Juga Bisa Dimanipulasi

Perkembangan teknologi AI tidak hanya memengaruhi kolom ulasan.

Foto properti juga semakin mudah diedit. Elemen yang dianggap mengganggu, seperti tiang listrik, dinding atau objek lain di sekitar penginapan, dapat dihilangkan menggunakan teknologi pengeditan gambar.

Bahkan, suasana pantai resor yang sebenarnya ramai bisa dibuat terlihat lebih sepi dan alami melalui manipulasi foto.

Bagi traveler, kondisi ini menjadi alasan untuk tidak hanya mengandalkan foto resmi hotel saat menentukan pilihan.

Cobalah membandingkan foto dari situs resmi dengan foto yang diunggah tamu melalui berbagai platform perjalanan. Perbedaan kondisi kamar, fasilitas, kolam renang atau lingkungan sekitar bisa terlihat lebih jelas.

AI Juga Bisa Membuat Promosi Terlihat Lebih Personal

Rafay Baloch, CEO dan pendiri REDSECLABS, perusahaan keamanan siber, mengatakan AI juga dapat digunakan untuk mempromosikan hotel atau maskapai secara lebih halus.

Teknologi tersebut dapat membantu menyesuaikan tampilan situs berdasarkan kebiasaan pengguna saat menjelajah internet. Dengan begitu, sebuah produk perjalanan dapat ditampilkan dengan cara yang terasa lebih menarik bagi calon pelanggan.

Bagi traveler, hal ini berarti pengalaman melihat sebuah hotel di internet belum tentu sama dengan pengalaman tamu ketika benar-benar menginap.

5 Cara Mengenali Ulasan Hotel yang Patut Dicurigai

Lantas, bagaimana cara traveler mengenali kemungkinan ulasan hotel yang dibuat AI atau tidak autentik?

1. Bahasanya Terlalu Sempurna

Ulasan manusia biasanya memiliki gaya bahasa yang beragam. Ada kalimat pendek, typo, detail sederhana, bahkan keluhan yang ditulis secara spontan.

Sebaliknya, teks buatan AI cenderung terlihat terlalu rapi dan sempurna.

Perhatikan juga pola kalimat yang berulang, penggunaan tanda pisah secara berlebihan, atau konstruksi kalimat seperti “bukan X, melainkan Y”.

Scott Dylan, pendiri perusahaan modal ventura AI di Mountain View, California, mengatakan salah satu petunjuk dapat dilihat dari pola bahasa.

Menurutnya, tamu sungguhan cenderung menyebutkan detail spesifik, termasuk nama staf atau kejadian tertentu selama menginap. Sementara itu, ulasan AI lebih sering menggunakan pujian umum.

2. Terlalu Banyak Pujian, Minim Detail

Ulasan seperti:

“Hotel luar biasa, pelayanan sempurna, fasilitas lengkap, suasana menakjubkan dan pengalaman tak terlupakan.”

terlihat positif, tetapi belum tentu memberikan informasi yang berguna.

Traveler sebaiknya mencari ulasan yang menjelaskan pengalaman secara konkret.

Misalnya, apakah kamar berada dekat lift? Bagaimana kondisi kamar mandi? Apakah sarapan tersedia sejak pagi? Bagaimana akses menuju transportasi umum? Apakah staf membantu ketika terjadi masalah?

Detail seperti ini biasanya jauh lebih berguna dibandingkan sekadar pujian.

3. Banyak Ulasan Muncul Bersamaan

Perhatikan juga tanggal ulasan.

Jika sebuah hotel tiba-tiba mendapatkan puluhan ulasan sangat positif dalam waktu singkat, kemudian tidak mendapatkan ulasan lagi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, traveler patut mencermatinya.

Ulasan tamu biasanya muncul secara lebih alami dari waktu ke waktu.

Lonjakan ulasan dalam waktu sangat berdekatan belum tentu membuktikan adanya manipulasi, tetapi pola tersebut bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.

4. Jangan Hanya Melihat Rating Lima Bintang

Rating lima bintang memang terlihat menggoda.

Namun, traveler sebaiknya membaca ulasan bintang tiga dan empat. Ulasan tersebut sering kali memberikan gambaran yang lebih seimbang mengenai pengalaman menginap.

Misalnya, seorang tamu bisa memberikan empat bintang karena hotel memiliki lokasi strategis dan kamar bersih, tetapi mencatat bahwa tempat parkir terbatas.

Informasi semacam ini justru bisa membantu calon tamu mengetahui kondisi sebenarnya.

5. Bandingkan dengan Foto dan Platform Lain

Jangan berhenti pada satu platform.

Sebelum melakukan booking, bandingkan:

* Ulasan di beberapa platform perjalanan
* Foto resmi hotel dengan foto tamu
* Komentar terbaru dengan ulasan lama
* Rating keseluruhan dengan isi komentar
* Keluhan yang muncul berulang kali
* Kondisi fasilitas yang disebutkan oleh banyak tamu

Jika keluhan yang sama muncul berulang kali dari periode berbeda, informasi tersebut layak menjadi perhatian.

Traveler Harus Lebih Cerdas Sebelum Booking Hotel

Teknologi AI memang membuat proses promosi dan pengelolaan konten perjalanan menjadi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan baru bagi wisatawan.

Karena itu, jangan menentukan hotel hanya berdasarkan rating tinggi, foto cantik atau komentar yang terdengar terlalu sempurna.

Sebelum menekan tombol booking, luangkan waktu untuk membaca ulasan terbaru, mencari komentar dengan detail spesifik dan membandingkan pengalaman tamu dari beberapa sumber.

Pada akhirnya, ulasan terbaik bukan selalu yang paling memuji, tetapi yang memberikan gambaran paling jelas mengenai pengalaman menginap sebenarnya. (dr)

Sumber: detik