TANJUNGPINANG – September 2026 menjadi bulan yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kekayaan budaya Kepulauan Riau (Kepri). Empat agenda budaya di Bintan, Batam, dan Tanjungpinang disiapkan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepri menjaga momentum pertumbuhan pariwisata. Tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan pesona bahari, Kepri juga mendorong budaya dan kreativitas masyarakat sebagai daya tarik wisata.

Baca juga: Kuliner Halal Singapura: 10 Tempat Makan Enak Dekat Masjid Bersejarah, Murah hingga Premium

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan, kalender pariwisata yang semakin beragam diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pelaku ekonomi lokal.

“Dengan rangkaian kalender pariwisata ini, kami optimistis pariwisata Kepri terus tumbuh,” kata Hasan di Tanjungpinang, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Wisata Barelang Batam Ternyata Selengkap Ini! Pantai Eksotis, Seafood hingga Kampung Vietnam

4 Agenda Budaya Kepri September 2026

1. Kenduri Budaya Bintan, 2–5 September
Akau Taman Kota Kijang, Kabupaten Bintan

Agenda pembuka yang menawarkan pengalaman budaya dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

2. Festival Moon Cake, 11–24 September
K-Square Mall, Batam

Perayaan yang menjadi bagian dari keberagaman budaya yang tumbuh berdampingan di Kepri.

3. Gebyar Masyarakat Pesisir, 14–20 September
Kota Tanjungpinang

Mengangkat kehidupan masyarakat pesisir sebagai bagian dari identitas pariwisata daerah.

4. Pawai Lampion, 24 September
Tanjungpinang

Rangkaian penutup dengan cahaya lampion yang menghiasi kota sebagai atraksi visual bagi wisatawan dan masyarakat.

Bukan Sekadar Hiburan, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Hasan menegaskan, kekuatan pariwisata Kepri tidak berhenti pada keindahan alam. Budaya dan kreativitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman wisata yang lebih beragam.

“Kepri tidak hanya menawarkan keindahan alam dan pesona bahari, tetapi juga denyut budaya dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan empat agenda tersebut diharapkan memberi wisatawan lebih banyak alasan untuk berkunjung. Penyebaran kegiatan di sejumlah daerah juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut menikmati perputaran ekonomi dari aktivitas wisata.

Wisatawan yang datang untuk menghadiri festival dapat sekaligus menikmati destinasi lain, mencicipi kuliner khas, hingga berbelanja produk masyarakat. Dengan demikian, perjalanan wisata diharapkan tidak sekadar datang dan pergi, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas.

September Jadi Momentum Wisata Budaya Kepri

Rangkaian agenda September 2026 menunjukkan bahwa budaya mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari pengalaman wisata di Kepri. Tradisi, kreativitas, dan kehidupan masyarakat menjadi daya tarik yang melengkapi wisata alam dan bahari.

Bagi wisatawan, bulan ini menjadi kesempatan untuk mengenal sisi lain Kepri. Bagi masyarakat, agenda budaya membuka ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. (dr)