BATAM – Batam kembali dipadati wisatawan mancanegara (wisman) pada akhir pekan. Ribuan wisatawan terlihat memadati Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Kota Batam, pada Sabtu (8/8/2026).

Pemandangan antrean wisatawan di pintu kedatangan hingga lobi terminal menjadi salah satu gambaran semakin bergairahnya sektor pariwisata Batam sepanjang 2026.

Tak sekadar ramai saat akhir pekan, jumlah kunjungan wisman ke Batam juga menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama tahun ini.

Baca juga: 5 Kuliner Wajib Coba di Malaysia, dari Nasi Kandar hingga Cendol Durian yang Bikin Nagih!

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah kunjungan wisman ke Batam selama Januari-Juni 2026 mencapai 820.934 kunjungan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 738.426 kunjungan.

Kenaikan ini menunjukkan Batam masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan asing, terutama dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Bukan Kuala Lumpur! Kuala Selangor Punya Wisata Elang, Seafood hingga Kunang-Kunang yang Bikin Takjub

Juni 2026, Wisman ke Batam Capai 160 Ribu Kunjungan

Khusus pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisman ke Batam tercatat mencapai 160.871 kunjungan.

Singapura masih menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar. Sepanjang Juni 2026, tercatat 83.028 kunjungan wisatawan asal Singapura, atau sekitar 51,61 persen dari total kunjungan wisman ke Batam.

Malaysia berada di posisi kedua dengan 44.884 kunjungan, atau sekitar 27,90 persen.

Besarnya kontribusi wisatawan Singapura dan Malaysia tidak terlepas dari posisi Batam yang sangat strategis. Jarak geografis yang berdekatan serta tersedianya akses transportasi laut internasional membuat perjalanan ke Batam relatif mudah dan cepat.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi keuntungan besar bagi sektor pariwisata Batam, terutama pada periode akhir pekan dan musim liburan.

Hotel di Batam Ikut Kebagian Dampak

Meningkatnya arus wisatawan mancanegara juga memberikan dampak terhadap sektor perhotelan.

BPS Kota Batam mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 59,77 persen.

Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,58 poin dibandingkan TPK pada Mei 2026.

Kenaikan okupansi hotel menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas wisatawan memberikan efek berantai terhadap industri pariwisata Batam.

Bukan hanya hotel, pergerakan wisman juga berpotensi meningkatkan aktivitas restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, tempat hiburan, destinasi wisata hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Disbudpar Batam Sebut Ramainya Wisman Jadi Sinyal Positif

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan ramainya wisatawan mancanegara di sejumlah pintu masuk internasional, terutama pada akhir pekan, menjadi sinyal positif bagi perkembangan pariwisata Batam.

“Kita melihat aktivitas wisatawan mancanegara di Batam, khususnya pada akhir pekan cukup ramai. Ini tentu menjadi hal yang positif bagi pariwisata Batam,” ujar Ardiwinata.

Menurutnya, pemerintah berharap wisatawan yang datang ke Batam tidak hanya singgah, tetapi juga menikmati berbagai destinasi serta aktivitas wisata yang tersedia.

Batam sendiri memiliki beragam pilihan wisata, mulai dari wisata sejarah, religi, MICE, kuliner, olahraga, budaya, bahari, belanja, agro dan ekowisata hingga wisata minat khusus.

Keragaman tersebut menjadi modal penting bagi Batam untuk mempertahankan daya tariknya di tengah persaingan destinasi wisata di kawasan regional.

Batam Punya Banyak Pilihan Wisata untuk Wisman

Dengan konektivitas internasional yang menghubungkan Batam secara langsung dengan sejumlah negara tetangga, wisatawan memiliki banyak pilihan aktivitas selama berada di kota ini.

Wisatawan dapat menikmati kawasan wisata bahari, mencicipi kuliner khas, berbelanja, menikmati wisata budaya dan sejarah, hingga menjelajahi destinasi alam yang ada di berbagai wilayah Batam.

Menurut Ardiwinata, Pemerintah Kota Batam melalui Disbudpar terus mendorong pengembangan sektor pariwisata agar semakin kompetitif.

Upaya tersebut dilakukan melalui promosi pariwisata, pengembangan destinasi, penyelenggaraan berbagai kegiatan serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.

“Kita terus melakukan promosi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Berbagai kegiatan dan destinasi yang kita miliki juga terus kita dorong agar wisatawan semakin banyak pilihan selama berada di Batam,” katanya.

Akhir Pekan Jadi Momentum Penting Pariwisata Batam

Ramainya Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre pada akhir pekan memperlihatkan betapa pentingnya konektivitas internasional bagi industri pariwisata Batam.

Bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia, akses laut yang relatif mudah membuat Batam menjadi salah satu pilihan menarik untuk perjalanan singkat, termasuk liburan akhir pekan.

Dengan jumlah kunjungan wisman yang telah mencapai lebih dari 820 ribu kunjungan hanya dalam enam bulan pertama 2026, Batam memiliki peluang besar untuk terus memperkuat sektor pariwisatanya.

Kombinasi akses internasional, destinasi yang beragam, industri perhotelan, kuliner, pusat belanja, wisata bahari dan berbagai kegiatan pariwisata menjadi kekuatan Batam untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Jika tren kunjungan terus terjaga, geliat wisatawan mancanegara di Batam bukan hanya menjadi pemandangan ramai di terminal internasional, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi bagi berbagai sektor usaha di Kota Batam.

Batam pun semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Indonesia di kawasan barat, khususnya bagi wisatawan dari negara-negara tetangga.

Untuk informasi paket wisata di Batam, bisa dihubungi Nadif Travel Batam. (dr)

Sumber: batampos