BATAM – Harga tiket dan ketepatan waktu memang menjadi pertimbangan saat memilih maskapai penerbangan. Namun, bagi wisatawan yang sering bepergian, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum memesan tiket.

Keselamatan maskapai tidak hanya diukur dari ada atau tidaknya kecelakaan. Berbagai indikator lain juga menjadi penilaian, mulai dari hasil audit keselamatan internasional, rekam jejak kecelakaan dan insiden serius, standar operasional, hingga pengawasan regulator.

Salah satu lembaga yang rutin melakukan penilaian adalah AirlineRatings. Dalam pemeringkatan terbaru tahun 2026, lembaga independen tersebut memberikan skor keselamatan dari satu hingga tujuh bintang berdasarkan sejumlah indikator penting.

Penilaian mencakup status IATA Operational Safety Audit (IOSA), riwayat kecelakaan fatal dalam 10 tahun terakhir, insiden operasional maupun awak penerbangan, hingga status larangan terbang di Uni Eropa.

Hasilnya, Garuda Indonesia dan Citilink berhasil menjadi dua maskapai paling aman di Indonesia dengan meraih rating sempurna 7 dari 7 bintang.

Apa Itu IOSA?

IOSA atau IATA Operational Safety Audit merupakan standar audit keselamatan internasional yang diterapkan oleh International Air Transport Association (IATA).

Maskapai yang telah lolos audit IOSA umumnya memiliki sistem keselamatan operasional yang memenuhi standar internasional.

Menurut AirlineRatings, pada 2025 maskapai yang terdaftar dalam IOSA mencatat tingkat kecelakaan hanya 0,98 per satu juta penerbangan, jauh lebih rendah dibanding maskapai non-IOSA yang mencapai 2,55 kecelakaan per satu juta penerbangan.

Daftar Maskapai Paling Aman di Indonesia 2026

1. Garuda Indonesia – ★★★★★★★ (7/7)

Garuda Indonesia kembali membuktikan diri sebagai maskapai paling aman di Tanah Air.

Maskapai nasional yang berdiri sejak 1949 ini telah melakukan transformasi besar melalui program Quantum Leap sejak 2009. Kini Garuda telah melewati lebih dari satu dekade tanpa kecelakaan fatal.

Garuda mengoperasikan armada Boeing 737-800, Boeing 777-300ER, Airbus A330, hingga Airbus A330-900neo.

Kelebihan:

* Rating keselamatan sempurna 7/7
* Terdaftar dalam IOSA
* Tidak memiliki kecelakaan fatal dalam 10 tahun terakhir
( Tidak masuk daftar larangan terbang Uni Eropa

2. Citilink – ★★★★★★★ (7/7)

Anak perusahaan Garuda Indonesia ini juga meraih nilai sempurna.

Sebagai maskapai berbiaya rendah (LCC), Citilink memiliki catatan keselamatan yang sangat baik tanpa kecelakaan fatal sejak beroperasi.

Armadanya terdiri dari Airbus A320, A320neo dan ATR 72-600 dengan usia rata-rata sekitar 11–12 tahun.

3. Batik Air – ★★★★★ (5/7)

Maskapai premium Lion Group ini memperoleh rating 5 bintang.

Batik Air belum pernah mengalami kecelakaan fatal, namun kehilangan poin akibat beberapa insiden operasional, termasuk kasus dua pilot yang tertidur saat penerbangan pada 2024.

Maskapai ini tetap berstatus IOSA Registered dan akan kembali dievaluasi pada 2027.

4. Indonesia AirAsia – ★★★★★ (5/7)

Indonesia AirAsia mendapatkan rating 5 dari 7 bintang.

Maskapai ini pernah mengalami tragedi Penerbangan QZ8501 pada 2014. Karena insiden tersebut telah melewati periode penilaian 10 tahun, nilai keselamatannya kembali meningkat.

AirlineRatings menyebut AirAsia Indonesia masih kehilangan poin karena status IOSA yang belum konsisten.

5. TransNusa – ★★★★★ (5/7)

TransNusa menjadi salah satu maskapai yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain melayani rute domestik, maskapai ini juga membuka penerbangan internasional ke Kuala Lumpur, Singapura, Perth, Guangzhou hingga Bangkok.

TransNusa menjadi maskapai pertama di luar China yang mengoperasikan pesawat COMAC C909.

6. Wings Air – ★★★★★ (5/7)

Wings Air memperoleh rating 5 bintang berkat rekam jejak tanpa kecelakaan fatal.

Maskapai ini melayani banyak rute perintis menggunakan pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 yang mampu mendarat di bandara-bandara kecil di berbagai daerah Indonesia.

7. Lion Air – ★★★★ (4/7)

Lion Air berada di posisi ketujuh dengan rating 4 dari 7 bintang.

Maskapai swasta terbesar di Indonesia ini kehilangan poin akibat kecelakaan fatal Penerbangan JT610 pada 2018 serta beberapa insiden yang berkaitan dengan operasional penerbangan.

Meski demikian, Lion Air tetap berstatus IOSA Registered dan terus meningkatkan standar keselamatan operasionalnya.

Sriwijaya Air Berada di Posisi Terbawah

Dalam daftar AirlineRatings 2026, Sriwijaya Air memperoleh rating 2 dari 7 bintang. Nilai tersebut dipengaruhi oleh kecelakaan SJ182 pada 2021 serta usia armada yang relatif lebih tua dibanding maskapai lain.

Sementara itu, Pelita Air dan Super Air Jet masih membangun rekam jejak audit keselamatan internasional. Pelita Air diperkirakan berpotensi meraih rating 5 dari 7 bintang setelah memenuhi sejumlah persyaratan audit.

Tips Memilih Maskapai untuk Liburan

Selain mempertimbangkan harga tiket, wisatawan sebaiknya juga memperhatikan beberapa faktor berikut sebelum memesan penerbangan:

* Pilih maskapai dengan rekam jejak keselamatan yang baik.
* Periksa status audit keselamatan internasional seperti IOSA.
* Sesuaikan jadwal penerbangan dengan kebutuhan perjalanan.
* Pertimbangkan tingkat ketepatan waktu (on-time performance).
* Bandingkan fasilitas kabin dan layanan yang ditawarkan.

Dengan memilih maskapai yang memiliki standar keselamatan tinggi, perjalanan wisata akan terasa lebih nyaman, aman, dan menyenangkan. (R)