BATAM – Belakangan ini, pernyataan bahwa 92 persen warga Indonesia belum pernah bepergian ke luar negeri kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Angka tersebut memicu berbagai reaksi karena dianggap bertolak belakang dengan maraknya unggahan liburan internasional yang memenuhi Instagram, TikTok, hingga Facebook.
Namun, apakah klaim tersebut benar?
Berdasarkan survei Pew Research Center tahun 2023, jawabannya memang demikian. Dalam survei tersebut, responden ditanya berapa banyak negara selain Indonesia yang pernah mereka kunjungi sepanjang hidup mereka.
Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 92 persen responden mengaku belum pernah mengunjungi negara lain. Sementara sekitar 4 persen responden mengaku pernah berkunjung ke satu negara, dan sisanya pernah mengunjungi dua negara atau lebih.
Secara keseluruhan, hanya sekitar 6 hingga 7 persen responden Indonesia yang pernah bepergian ke luar negeri setidaknya satu kali.
Mengapa Data Ini Terasa Bertolak Belakang?
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas perjalanan warga Indonesia ke luar negeri tetap sangat tinggi.
Selama periode Januari hingga April 2026 saja, BPS mencatat sekitar 3,15 juta perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri.
Rinciannya meliputi:
Januari: 1,01 juta perjalanan
Februari: 701 ribu perjalanan
Maret: 793 ribu perjalanan
April: 643 ribu perjalanan
Sekilas, angka ini tampak bertentangan dengan hasil survei Pew Research Center.
Padahal, kedua data tersebut mengukur hal yang berbeda.
Survei Pew mengukur jumlah individu yang pernah atau belum pernah mengunjungi negara lain, sedangkan data BPS menghitung jumlah perjalanan yang dilakukan, bukan jumlah orangnya.
Artinya, seseorang yang bepergian ke luar negeri berkali-kali dalam satu tahun akan tercatat sebagai beberapa perjalanan berbeda dalam statistik BPS.
Karena itulah, jutaan perjalanan ke luar negeri tidak otomatis berarti jutaan orang yang berbeda melakukan perjalanan tersebut.
Malaysia dan Singapura Masih Jadi Destinasi Favorit
Data BPS juga menunjukkan bahwa Malaysia masih menjadi tujuan luar negeri favorit wisatawan Indonesia.
Pada April 2026, negara jiran tersebut menyumbang sekitar 29,74 persen dari total perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri.
Posisi berikutnya ditempati Singapura dengan pangsa 13,32 persen, disusul Arab Saudi sebesar 11,76 persen.
Popularitas Malaysia dan Singapura tidak terlepas dari faktor kedekatan geografis, banyaknya pilihan transportasi, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau.
Sementara Arab Saudi menjadi salah satu tujuan utama karena tingginya aktivitas perjalanan ibadah umrah dari Indonesia.
Media Sosial Tidak Selalu Mewakili Realita
Fenomena viral perjalanan internasional di media sosial ternyata tidak selalu mencerminkan kondisi mayoritas masyarakat Indonesia.
Meski konten traveling ke luar negeri terlihat mendominasi linimasa, data menunjukkan bahwa sebagian besar warga Indonesia masih belum pernah menginjakkan kaki di negara lain.
Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa apa yang terlihat di media sosial sering kali hanya mewakili sebagian kecil kelompok masyarakat yang aktif berbagi pengalaman perjalanan mereka.
Dengan pertumbuhan ekonomi, kemudahan akses penerbangan, dan semakin banyaknya promo wisata internasional, peluang masyarakat Indonesia untuk menjelajahi dunia diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments