BUKITTINGGI – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, siap menjadi sorotan dunia. Ikon wisata legendaris Jam Gadang akan merayakan usia 100 tahun atau satu abad pada Juni 2026 dengan rangkaian acara spektakuler bertaraf internasional.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 36 delegasi dan duta besar dari berbagai negara dijadwalkan hadir untuk memeriahkan perayaan seabad salah satu landmark paling terkenal di Indonesia itu.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa Jam Gadang kini tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi sudah saatnya semakin diperkenalkan ke tingkat global.
Baca juga: Jangan Buru-Buru Beli Tiket! Pemerintah Bakal Kasih Diskon Pesawat 30 Persen Saat Libur Sekolah
“Jam Gadang tidak perlu dikenalkan secara nasional lagi, sudah harus dikenalkan di tingkat internasional. Ada 20 kegiatan dimulai awal Juni hingga puncak di 21 Juni,” ujar Ramlan, dikutip dari Antara, Rabu (27/5/2026).
Festival Internasional Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang
Perayaan akbar ini dikemas dalam International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) dengan tema besar:
“100 Years of Jam Gadang & From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning.”
Festival budaya dan literasi tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Juni 2026, menghadirkan berbagai pertunjukan seni, seminar budaya, parade tradisional, hingga kegiatan wisata edukatif.
Negara-negara yang dipastikan ikut ambil bagian antara lain Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina, hingga Yaman.
Sebanyak 122 peserta umum, 20 pembicara internasional, 19 peluncur buku, 63 pembaca puisi, serta 35 pelaku seni pertunjukan bakal menghidupkan suasana Kota Bukittinggi.
Banyak Aktivitas Seru di Kawasan Jam Gadang
Bagi wisatawan yang berencana liburan ke Bukittinggi, kawasan Jam Gadang dan Pasa Ateh dipastikan makin ramai dan menarik selama festival berlangsung.
Pengunjung dapat menikmati:
* Pameran buku internasional
* Bazar produk UMKM khas Sumatera Barat
* Live painting atau aksi melukis langsung
* Seminar sejarah Jam Gadang
* Festival seni tradisional dan Randai
* Peluncuran 100 judul buku
* Kaligrafi melukis sepanjang 100 meter
Tak hanya itu, para delegasi dunia juga dijadwalkan melakukan aksi peduli lingkungan berupa penanaman 100 pohon simbolis, pembacaan puisi alam, hingga kunjungan wisata ke Tabiang Barasok dan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.
Parade 1.000 Perempuan Adat Minang Jadi Daya Tarik
Salah satu agenda paling dinanti wisatawan adalah parade budaya spektakuler di jalanan Kota Bukittinggi.
Bayangkan saja, sebanyak 1.000 perempuan berpakaian adat Minangkabau akan berjalan dalam parade budaya megah yang diprediksi menjadi magnet wisata.
Selain itu, ada pula World Poetry Reading, di mana 100 penyair dunia akan membacakan puisi di Kota Jam Gadang.
Suasana kota dipastikan semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang digelar pada malam hari di pelataran Jam Gadang.
Ada Fun Run dan Wisata Edukasi
Menjelang penutupan festival, wisatawan juga bisa ikut dalam IMLF Jam Gadang Fun Run, olahraga rakyat yang ditargetkan diikuti 1.500 hingga 2.000 peserta.
Anak-anak pun tak ketinggalan menikmati keseruan melalui lomba mewarnai di kawasan wisata Jam Gadang.
Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis event internasional ini akan mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif lokal, terutama pelaku UMKM.
Dengan estimasi kunjungan mencapai 500 hingga 1.000 wisatawan per hari, momen 100 tahun Jam Gadang diprediksi menjadi salah satu agenda wisata terbesar di Sumatera Barat pada 2026.
Bagi Anda pencinta wisata budaya, sejarah, dan festival tradisional, ini bisa menjadi waktu terbaik untuk menikmati pesona Bukittinggi yang lebih hidup dari biasanya.
Untuk paket tour, bisa dilihat di Travel Batam. Informasi lebih lanjut bisa kontak ke Nadif Tour Batam. (dr)

Comments