BANGKOK – Thailand yang selama ini dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan Asia kini menghadapi sorotan. Rencana kenaikan pajak dan berbagai biaya perjalanan di Thailand memicu kekhawatiran pelaku industri pariwisata karena dikhawatirkan membuat biaya liburan ke Thailand semakin mahal.

Para pengusaha wisata menilai tambahan pungutan tersebut berpotensi mengurangi daya saing Thailand dibanding negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, hingga Korea Selatan.

Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah rencana Airports of Thailand (AoT) menaikkan biaya layanan penumpang internasional di enam bandara utama yang mereka kelola.

Mulai 20 Juni 2026, biaya layanan internasional direncanakan naik dari 730 baht menjadi 1.120 baht atau setara dari sekitar Rp394 ribu menjadi Rp604 ribu per penumpang.

Kenaikan ini tentu bisa berdampak pada total biaya perjalanan wisatawan, terutama bagi traveler yang ingin berlibur hemat ke Negeri Gajah Putih.

Pengusaha Wisata Thailand Mulai Protes

Melansir laporan Bangkok Post, Kamis (14/5/2026), Presiden Asosiasi Hotel Thailand, Thienprasit Chaiyapatranun, mengatakan pelaku industri sebenarnya tidak keberatan dengan tambahan pungutan, selama pemerintah transparan soal penggunaan dananya.

Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait manfaat dana tambahan tersebut untuk pengembangan sektor pariwisata Thailand.

“Baik pajak keberangkatan maupun biaya masuk wisatawan asing belum memiliki rencana penggunaan dana yang jelas,” ujar Thienprasit.

Ia juga mempertanyakan alasan di balik kenaikan biaya layanan bandara oleh AoT yang dinilai masih minim penjelasan.

Sejumlah media lokal menyebut tambahan pemasukan tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Namun, Thienprasit menilai proyek infrastruktur semestinya dapat dibiayai dari sumber lain, apalagi AoT masih mencatat keuntungan besar.

Pada tahun fiskal 2025, AoT diketahui meraih laba hingga 18 miliar baht, sedangkan pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 keuntungannya mencapai 4,6 miliar baht.

Bisa Pengaruhi Daya Saing Pariwisata Thailand

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kehormatan Asosiasi Agen Perjalanan Thailand, Adith Chairattananon.

Ia menilai kenaikan biaya layanan bandara datang di saat Thailand sedang bersaing ketat dengan negara-negara Asia lain untuk menarik wisatawan internasional.

Menurutnya, Bandara Suvarnabhumi Bangkok perlu meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan bandara kelas dunia seperti Bandara Changi Singapura, Hong Kong, hingga Incheon Korea Selatan.

Berdasarkan peringkat bandara dunia Skytrax, Suvarnabhumi saat ini berada di posisi ke-36 dunia, sementara Changi Singapura masih menjadi salah satu bandara terbaik secara global.

“Bandara Suvarnabhumi seharusnya menargetkan masuk 10 besar dunia dalam tiga sampai lima tahun,” kata Adith.

Apakah Liburan ke Thailand Jadi Lebih Mahal?

Jika kebijakan ini benar diterapkan, wisatawan kemungkinan harus menyiapkan budget liburan ke Thailand lebih besar, terutama untuk tiket pesawat internasional yang berpotensi mengalami penyesuaian biaya tambahan.

Bagi traveler Indonesia yang berencana liburan ke Bangkok, Phuket, Pattaya, atau Chiang Mai, penting untuk memantau perkembangan kebijakan terbaru ini sebelum memesan tiket. Hubungi Travel Batam untuk informasi paket liburan ke Thailand. (dr)

Sumber: detik