BATAM – Pembatalan penerbangan bisa terjadi kapan saja dan sering kali membuat penumpang kebingungan di bandara. Penyebabnya pun beragam, mulai dari cuaca buruk, gangguan teknis pada pesawat, hingga situasi darurat global.

Belakangan ini, gangguan penerbangan juga dipicu oleh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang menyebabkan sejumlah wilayah udara ditutup. Kondisi tersebut berdampak pada operasional maskapai internasional dan membuat ribuan penumpang tertahan di berbagai bandara transit dunia.

Sejumlah maskapai besar seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways bahkan terpaksa menangguhkan beberapa penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang serta awak kabin.

Jika mengalami situasi seperti ini, penumpang perlu mengetahui langkah yang tepat agar tidak semakin dirugikan.

  1. Segera Hubungi Maskapai Penerbangan

Menurut Direktur Pelaksana hoppa, Chris Harrington, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghubungi maskapai penerbangan.

Penumpang bisa langsung menuju meja layanan pelanggan di bandara. Namun jika antreannya panjang, lebih baik menggunakan aplikasi maskapai atau menghubungi pusat layanan pelanggan melalui telepon.

Dalam banyak kasus, maskapai akan menawarkan rencana perjalanan alternatif bagi penumpang.

“Biasanya maskapai akan menyediakan opsi penerbangan pengganti. Penumpang perlu memastikan apakah ada pemesanan ulang untuk penerbangan berikutnya atau rute alternatif melalui bandara terdekat,” ujar Harrington seperti dikutip dari Express UK.

Maskapai bahkan dapat memesan penerbangan melalui penyedia lain jika diperlukan.

  1. Periksa Asuransi Perjalanan

Langkah berikutnya adalah memeriksa polis asuransi perjalanan yang dimiliki. Beberapa asuransi perjalanan menanggung biaya tambahan akibat pembatalan penerbangan.

Biaya yang biasanya ditanggung meliputi penginapan hotel, transportasi dari dan ke bandara, makanan, hingga tiket penerbangan alternatif.

Selain itu, penumpang juga bisa menanyakan kepada maskapai apakah tersedia voucher kompensasi atas pembatalan tersebut.

  1. Ketahui Hak Kompensasi Penumpang

Jika pembatalan penerbangan terjadi karena kesalahan atau kebijakan maskapai, penumpang umumnya berhak mendapatkan kompensasi.

Namun jika pembatalan disebabkan oleh kondisi di luar kendali maskapai, seperti cuaca ekstrem atau konflik geopolitik, kompensasi biasanya tidak berlaku.

Meski begitu, penumpang tetap berhak mendapatkan pengembalian dana atau pemesanan ulang penerbangan, serta bantuan seperti makanan, minuman, hingga akomodasi semalam.

  1. Cek Opsi Penerbangan Pengganti di Aplikasi

Pendiri Dollar Flight Club, Jesse Neugarten, menyarankan penumpang untuk segera membuka aplikasi maskapai begitu mendapat kabar pembatalan.

Biasanya maskapai sudah langsung menampilkan opsi penerbangan alternatif di aplikasi mereka.

“Sering kali maskapai sudah menyediakan opsi pemesanan ulang secara otomatis di aplikasi, bahkan sebelum penumpang mengantre di bandara,” kata Neugarten seperti dikutip dari Travel+Leisure.

Karena kursi penerbangan pengganti cepat terisi, penumpang disarankan untuk bertindak secepat mungkin.

  1. Pertimbangkan Memesan Maskapai Lain

Jika opsi dari maskapai awal terbatas atau jadwalnya terlalu lama, penumpang juga bisa mempertimbangkan untuk mengambil pengembalian dana.

Setelah itu, penumpang dapat memesan tiket baru melalui maskapai lain yang memiliki jadwal penerbangan lebih cepat.

Terkadang langkah ini justru lebih efisien dibanding menunggu penerbangan pengganti dari maskapai yang sama.

Dengan memahami hak dan langkah yang tepat, penumpang dapat mengurangi stres saat menghadapi pembatalan penerbangan. Bertindak cepat dan mengetahui opsi yang tersedia menjadi kunci agar perjalanan tetap bisa dilanjutkan tanpa hambatan besar. (dr)

Sumber: tempo