BATAM – Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar negeri terus meningkat, terutama menjelang musim liburan tengah tahun. Namun di balik antusiasme tersebut, ancaman penipuan visa ikut mengintai. Wisatawan diimbau lebih waspada terhadap surat janji temu palsu hingga biaya ilegal pemrosesan visa yang mengatasnamakan lembaga resmi.
Peringatan ini disampaikan VFS Global, mitra resmi pengurusan visa untuk 24 negara di Indonesia. Perusahaan tersebut menerima banyak laporan terkait praktik penipuan, mulai dari tawaran janji temu visa palsu hingga klaim bisa mengurus visa jalur cepat dengan pembayaran tertentu.
Simon Peachey, Chief Operating Officer (COO) VFS Global untuk wilayah Australasia, China, dan RCIS, mengatakan maraknya penipuan terjadi seiring meningkatnya permintaan janji temu visa. Para pelaku memanfaatkan situasi dengan menawarkan persetujuan visa lebih cepat asalkan calon pemohon membayar sejumlah uang di muka.
“Faktanya, VFS Global tidak dapat menyediakan visa jalur cepat atau menjamin persetujuan visa,” tegas Simon dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa waktu proses dan keputusan visa sepenuhnya ditentukan oleh kedutaan besar atau pemerintah negara tujuan. VFS Global tidak memiliki kewenangan untuk mempercepat proses, memengaruhi keputusan, atau menentukan urutan permohonan.
“Semua permohonan diproses berdasarkan aturan dan urutan yang ditetapkan pemerintah negara tujuan. Kami hanya mengumpulkan dokumen dan menyerahkannya kepada otoritas terkait,” jelasnya.
Janji Temu Gratis
Simon juga menegaskan bahwa janji temu visa tidak dipungut biaya dan hanya dapat dipesan melalui situs web resmi VFS Global atau portal pemerintah yang ditunjuk.
VFS Global tidak menjual slot janji temu, tidak menawarkan akses prioritas, dan tidak menyediakan pembaruan status visa secara real time.
“Masyarakat harus curiga jika ada pihak yang mengaku bisa menjual janji temu, menjanjikan akses prioritas, atau mengklaim dapat melacak status visa secara langsung,” ujarnya.
Tak hanya itu, wisatawan juga diminta berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang mencatut nama VFS Global.
Simon menyebut ada sejumlah kasus penipuan yang memanfaatkan nama perusahaan tersebut dengan iming-iming bantuan kerja di luar negeri.
Dengan meningkatnya permohonan visa menjelang musim liburan, wisatawan Indonesia diimbau untuk selalu menggunakan jalur resmi. Memeriksa sumber informasi, dan tidak mudah tergiur janji proses cepat yang tidak masuk akal.
Sumber: tempo

Comments